| Nama Artis / Pelantun | Nissa Sabyan / Alfina Nindiyani / Ai Khodijah (Populer) |
| Judul Lagu dan Pencipta | Man Ana (Man Ana Laulakum - Penghormatan Kepada Guru / Murrobbi) (Pencipta Syair: Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Jufri) |
| Konten Tambahan | Kunci / Chord Gitar Dasar Mudah Man Ana, Teks Tasykīl Arab, Transliterasi Latin, Terjemahan Indonesia, & Struktur Progresi Musik Gambus Religi Syahdu |
| Keterangan Hak Cipta | Syair qasidah spiritual diarsipkan secara digital oleh lirikindonesia.id untuk keperluan syiar edukasi batin, pengenalan sastra takzim kepada guru, serta apresiasi musik salawat kontemporer. |
Bagi Anda yang sedang mencari referensi teks lirik qasidah Man Ana lengkap dengan tulisan Arab Harakat, transliterasi Latin yang presisi, serta terjemahan bahasa Indonesia yang meresap ke dalam dada, ataupun ingin melatih progresi akor gitarnya untuk keperluan majelis sholawat maupun panggung religi, situs lirikindonesia.id menyediakan panduan esensial ini. Di bawah ini telah kami susun teks asli Arab-Latin berdampingan langsung dengan artinya, serta panduan aransemen musik panggung di bagian bawah.
Lirik Arab, Latin & Terjemahan Indonesia Qasidah Man Ana
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم
Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum
مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم
Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum
أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي
Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii
كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم
Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum
لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي
Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii
أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم
Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum
كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك
Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik
فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَمُوا بِا المَحَبَّةِ قَتِيْل بَلْوَاكُم
Fadrikuu ‘abdakum mitslukum man adrok , warhamuu bil mahabbah qotiil balwaakum
Silakan jika Anda ingin melihat koleksi qasidah atau sholawat puitis berkualitas tinggi lainnya, klik di sini: Kumpulan Lirik Lagu Qasidah & Sholawat Populer.
Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru)
Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian
Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau
Tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku
Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan
Tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku
Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu
Maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu
Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam
Kukatakan demi Allah aku rela gembira demi cintaku padamu
Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku
Tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho
Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah
Mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur
Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong
Dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan
(Intro: Gesekan cello dan biola solo bergaya Timur Tengah yang mendayu-dayu, diikuti ketukan darbuka lambat yang membangun suasana takzim nan syahdu)
(Bait Mahkota "Man Ana...": Vokal utama melantunkan nada awal dengan penuh penghayatan dan ketenangan, diiringi petikan gambus/oud akustik)
(Interlude: Harmonika atau suling bambu meliuk lembut menyambung bait, sementara paduan vokal latar (choir) menyatukan kehangatan nada takzim)
(Reff / Modulasi: Ritem perkusi berkecepatan sedang masuk dinamis, vokal memuncak emosional saat menyanyikan ikrar kesetiaan cinta kepada sang murobbi "Lau qotho'tum wariidii...")
(Outro: Ritme perkusi melandai secara berangsur-angsur, menyisakan gesekan biola tunggal dan dengung vokal lembut yang memudar secara elegan)
Kunci Gitar Dasar & Progresi Harmoni Bermakna Man Ana - Habib Sholeh Al-Jufri
Keterangan: Di bawah ini adalah chord gitarnya yang bermakna, dioptimalkan agar pas dan rapi saat dibuka di layar HP.
... MENYELAMI HARMONI NADA ASLI ...
Saksikan langsung kemegahan aransemen visual, sinematografi, dan harmoni asli qasidah ini melalui aplikasi YouTube resmi:
Saksikan Video Musik Qasidah Man Ana di YouTubeNota Apresiasi Media: Tautan di atas diarahkan ke sistem pencarian platform publik YouTube resmi. Keterangan penting bahwa penyediaan video ini murni hanya sebagai kebutuhan edukasi syiar batin saja demi mendukung kelestarian karya sastra islami nusantara. Silahkan jika anda ingin melihat video aslinya di aplikasi youtube resminya.
📌 Makna Detail Syair Qasidah Man Ana - Habib Sholeh Al-Jufri
Secara komplit dan mendalam, makna dari qasidah "Man Ana" (Siapakah Diriku) yang dirangkai oleh Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Jufri merupakan manifestasi rasa tawadhu' (rendah hati) dan ikrar ketakziman yang luar biasa dari seorang murid terhadap gurunya (murrobbi ruhi). Pertanyaan retoris "Man ana... laulaakum" menegaskan kesadaran batin bahwa tanpa bimbingan, keteladanan, serta doa dari guru rohani, seorang murid tidak akan memiliki arti apa-apa di hadapan Allah SWT. Guru merupakan perantara (*wasilah*) cahaya petunjuk yang menyelamatkan jiwa murid dari kegelapan kebodohan dan kesesatan duniawi.
🎨 Filosofi Rasa Mahabbah & Takzim Santri Kepada Guru
Filosofi Rasa dalam bait-bait sastra tasawuf ini menggambarkan kadar *mahabbah* (cinta puncak) yang tidak tergoyahkan. Kalimat hiperbolis puitis seperti rela menyerahkan jiwa dan rida atas segala ujian demi menggapai keridaan guru ("Maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum") menyimbolkan puncak ketaatan spiritual. Dalam tradisi pesantren dan tasawuf Islam, keridaan guru dipercaya menjadi pintu pembuka keridaan Rasulullah SAW dan Allah SWT, menjadikan qasidah ini sebagai kidung pengingat pentingnya memuliakan para ulama dan ahli ilmu.
... Ikuti terus blog lirikindonesia.id untuk mendapatkan pembaruan selain Chord Gitar & Lirik Qasidah Man Ana - Habib Sholeh Al-Jufri yang lagi viral, jangan lupa untuk membagikannya kepada teman lainnya terimakasih. ...
Disclaimer & Hak Cipta Korporat: Seluruh materi syair qasidah, susunan bait, transliterasi Latin, terjemahan makna, dan aransemen akor chord gitar mudah yang dipublikasikan pada halaman artikel ini merupakan hak cipta eksklusif milik pengarang syair, pelantun, dan label musik yang bersangkutan. Pihak manajemen lirikindonesia.id hanya menyajikan data ulasan teks untuk tujuan edukasi budaya, syiar sastra musik religi kontemporer, serta mempermudah proses pembelajaran instrumen alat musik bagi para penikmat musik nusantara secara non-commercial.
