b3CyaFP0YyuxoG81cPpueMaoqxiBv5cJzOmSS4Yc

Lirik Lagu Sesi Potret - Ari Lesmana, Chord Gitar Mudah, & Makna Arti

Lirik lengkap lagu Sesi Potret dari Ari Lesmana beserta tabel arti terjemahan makna mendalam dan chord gitar paling mudah.

Mencari lirik lagu sedih tentang penyesalan dan kehilangan yang sedang viral? Berikut adalah materi lengkap Lirik Lagu dan Chord Gitar Tahun Lalu Berjuta Alasanku (Soal Ikhlas Ternyata Aku Masih Amatir). Tulisan lirik dan kunci gitar sengaja dipisah agar memudahkan Anda saat bernyanyi.


1. Lirik Lagu Asli (Polos)

Tahun lalu berjuta alasanku Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan Kali ini sudah lumayan Berkat doamu di ijabah sang maha kaya Dan tahun ini kubisa pulang Oleh-oleh sudah ditangan Tapi anehnya bukan kau yang menyambutku Oh ternyata kau yang lebih dulu pulang Ku bertamu ke rumah barumu Tak ada kamu Hanya papan dan namamu Mana ocehan wewangian khasmu Jarak ini terlalu jauh Kalau rindu aku tak mampu Soal ikhlas ternyata aku masih amatir Gengsi menyelimutiku Manusia ini kehilanganmu Ha-ha-ha-ha Sesi potret yang selalu ku benci Aneh rasanya kau tak di sini Susunan barisannya tak sama lagi Oh ho ho satu dua tiga Ini nyata kau telah pergi Ku bertamu kerumah barumu Tak ada kamu Hanya papan dan namamu Mana ocehan wewangian khasmu Jarak ini terlalu jauh Kalau rindu aku tak mampu Sesal hatiku tak sempat temani kamu Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu Soal ikhlas ternyata aku masih amatir Masih sangat amatir Gengsi menyelimutiku Manusia ini kehilanganmu Kehilanganmu

2. Kunci / Chord Gitar Mudah

Intro : C G Am F C G C C Tahun lalu berjuta alasanku G Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan Am Kali ini sudah lumayan F G Berkat doamu di ijabah sang maha kaya C Dan tahun ini kubisa pulang G Oleh-oleh sudah ditangan Am Tapi anehnya bukan kau yang menyambutku F G Oh ternyata kau yang lebih dulu pulang [Reff] F Ku bertamu ke rumah barumu C Tak ada kamu G C Hanya papan dan namamu F Mana ocehan wewangian khasmu C Jarak ini terlalu jauh G C Kalau rindu aku tak mampu Am F Soal ikhlas ternyata aku masih amatir G Gengsi menyelimutiku C Manusia ini kehilanganmu Am Ha-ha-ha-ha Em Sesi potret yang selalu ku benci F Aneh rasanya kau tak di sini G Susunan barisannya tak sama lagi Am Oh ho ho satu dua tiga F G Ini nyata kau telah pergi [Reff] F Ku bertamu kerumah barumu C Tak ada kamu G C Hanya papan dan namamu F Mana ocehan wewangian khasmu C Jarak ini terlalu jauh G C Kalau rindu aku tak mampu Am Sesal hatiku tak sempat temani kamu F G Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu Am F Soal ikhlas ternyata aku masih amatir G Masih sangat amatir Gengsi menyelimutiku C Manusia ini kehilanganmu G C Kehilanganmu... Outro : F G C

Makna Sederhana dan Filosofi

Lirik lagu ini menyimpan pesan emosional yang sangat mendalam mengenai penyesalan, waktu yang tidak bisa diputar kembali, dan beratnya menerima sebuah kehilangan.

1. Ironi Kesuksesan dan Keterlambatan

Bait awal menggambarkan realita kehidupan perantau. Dulu saat ekonomi sulit, ia memiliki "berjuta alasan" untuk tidak pulang. Ketika doa orang tua/kekasihnya dikabulkan hingga penghasilannya membaik, ia akhirnya pulang membawa oleh-oleh. Tragisnya, kesuksesan materi itu kehilangan maknanya karena sosok yang mendoakannya justru sudah tiada.

2. Rumah Baru, Papan, dan Nama

Kutipan "Ku bertamu ke rumah barumu, tak ada kamu, hanya papan dan namamu" adalah metafora puitis yang menggambarkan makam atau kuburan. Sebutan "rumah baru" dan "papan nama" (nisan) menegaskan kejutan pahit yang harus dihadapi tokoh utama secara mendadak saat tiba di kampung halaman.

3. Filosofi "Masih Amatir" dalam Keikhlasan

Kalimat kunci "Soal ikhlas ternyata aku masih amatir" menjadi inti filosofis lagu ini. Manusia sering kali merasa kuat dan siap menghadapi segala hal. Namun, ketika dihadapkan pada takdir kematian orang tercinta, semua ego dan gengsi runtuh. Lagu ini mengingatkan bahwa keikhlasan adalah ilmu tertinggi yang sangat sulit dikuasai, dan penyesalan terbesar selalu datang ketika kita melewatkan kesempatan untuk menemani sisa waktu mereka yang kita sayangi.

Kesimpulan: Sebuah lagu pengingat yang kuat bahwa materi dan karier bisa dicari kapan saja, namun keberadaan orang-orang tercinta memiliki batas waktu yang tidak pernah kita ketahui. Jangan biarkan gengsi menunda kepulangan kita.

Selalu dukung karya terbaik dari musisi lokal Indonesia dengan mendengarkan lagu ini secara legal di platform streaming resmi kesayanganmu seperti Spotify, YouTube Music, Apple Music, atau platform musik resmi lainnya.

Ikuti terus lirikindonesia.id untuk mendapatkan draf pembaruan lirik lagu indie viral terbaru, ulasan makna filosofi mendalam, dan format tabel premium berkolom anti-error mode malam!