Lirik Lagu Via Vallen - Secawan Madu

Lirik Lagu Secawan Madu dari Via Vallen lagu ini adalah salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Via Vallen silahkan selengkapnya baca disini
Lirik Lagu Secawan Madu - Via Vallen

Judul Lirik lagu :Secawan Madu
Artis Penyanyi : Kristina
Kategori : Lirik Lagu Dangdut Populer

Lirik Lagu Secawan Madu dari Via Vallen lagu ini adalah salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Via Vallen, Lirik Lagu Secawan Madu di populerkan oleh Via Vallen. lagu dangdut ini yang dipopulerkan pada tahun 90-an hingga sekarang masih dicari banyak orang di publik, dan pada awalnya lagu ini dinyanyikan oleh Kristina dan sekarang dipopulerkan oleh Via Vallen, dan masih banyak lirik lagu selain dari Lirik lagu yang berjudul Secawan Madu di blog lirikindonesia.id, yang sedang populer sekarang ini diantaranya.
Baca Juga : Lirik Lagu Bagai Langit dan Bumi - Via Vallen
Seperti, lirik lagu dangdut, tarling, jawa, pop, barat, korea, india, sunda, Lagu daerah, nasional, sholawat religi, band, campursari, Ost, Hiphop. dan lainya. Anda juga bisa mendengarkan lagu tersebut lewat chanel youtube untuk videonya atau berlangganan membeli lewat aplikasi resmi seperti Joox, Spotify, Deezer, iTunes, Langit Musik di Google Play hp Android anda. Atau lewat streaming music online resmi lainnya. Silahkan baca disini selengkapnya lirik lagu tersebut dibawah.

Secawan Madu Via Vallen
Secawan Madu Via Vallen

Lirik Lagu Secawan Madu - Via Vallen

secawan madu yang diberikan tetapi
seharusnya kau tumpahkan

kau bangun cinta yang menjanjikan
dirimu pula yang mengalahkan
tega-teganya ketulusanku
kau balas dengan kecuranganmu

pandainya Engkau bersilat lidah
Cinta Bagimu Hanyalah Senjata

semula aku mengagumi sikap dan ketulusanmu
hingga jatuh tempo terbuai dalam bujuk dan rayumu
setelah pintu hatiku telah terbuka untukmu
ternyata aku ikut jadikan dalam koleksi cintamu

perih sungguh perih
bak tertusuk seribu duri

secawan madu yang diberikan tetapi
seharusnya kau tumpahkan

semula aku mengagumi sikap dan ketulusanmu
hingga jatuh tempo terbuai dalam bujuk dan rayumu
setelah pintu hatiku telah terbuka untukmu
ternyata aku ikut jadikan dalam koleksi cintamu

perih sungguh perih
bak tertusuk seribu duri

secawan madu yang diberikan tetapi
seharusnya kau tumpahkan

kau bangun cinta yang menjanjikan
dirimu pula yang mengalahkan
tega-teganya ketulusanku
kau balas dengan kecuranganmu

pandainya Engkau bersilat lidah
Cinta Bagimu Hanyalah Senjata